Alamat :

ValCom Broadcast Indonesia 
 
Pertokoan Bougenville A/12
Kalimalang - Jakarta Timur
 
 (XL) : 0818 406 419 
 (T.Sel) : 0813 88 02 02 08
FAX : 021 - 865 2766
 
Email :
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya  
 

IP Information Advanced

Dein System:

Deine IP: 3.227.249.234
Dein ISP: amazonaws.com

Polls

Prioritas Anda dalam Menentukan Produk :
 
Kewajaran harga pemancar 1 KW ?
 
powered_by.png, 1 kB

Halaman Utama
TI DALAM TEKNOLOGI PRODUKSI TELEVISI

Pendahuluan

Dalam dunia broadcast atau jaringan televisi banyak yang berpikir bahwa produk utama dari televisi adalah tape. Tiap stasiun TV yang menggunakan teknologi lama memiliki sangat banyak tape sebagai dokumentasi dan dengan sistem manajemen dokumentasi yang tidak beraturan. Bisnis yang dijalankan stasiun TV adalah membuat gambar, yang diimplemtasikan dalam sistem Online Edit Suite (Sistem Editing), Master Control (Pengaturan Penyiaran)  dan Newsroom (Pengolahan berita).

Teknologi Informasi (TI) telah melakukan tranformasi terhadap model perkantoran konvensional. Mesin ketik telah digantikan oleh Word Processor (seperti MS-Word). Memo Internal yang biasanya disampaikan oleh sekretaris atau office boy ke setiap karyawan digantikan oleh fungsi email. Revolusi ini menciptakan apa yang disebut sebagai paperless office.  Stasiun TV juga bergerak maju dengan TI menuju tapeless production atau produksi televisi tanpa tape.

Televisi berbasis TI menggunakan komoditas hardware dan software TI untuk operasional yang secara tradisional menggunakan berbagaimacam perangkat video hardware. Ini membuat penghematan yang besar, sekaligus memperoleh keuntungan efesiensi dari sistem TI umumnya. Teknologi ini termasuk network (jaringan), shared (berbagipakai) storage dan database.

Disamping Infrasturktur, sistem berbasis TI juga menjanjikan peningkatan integrasi antara proses kreatif dan bebagai aplikasi back office (aplikasi yang digunakan didalam kantor yang merupakan aplikasi pendukung bisnis utama, dalam hal ini bisa kita sebut aplikasi atau sistem televisi broadcast), dan juga integrasi dari perencanaan kerja/program sampai pada penjualan dan pemasaran.

Potensi TI menawarkan peningkatan Business Intelegence tidak hanya untuk produksi, tapi juga untuk sistem manajemen pelanggan (seperti untuk TV kabel) dan interaksi dengan audiens, menyediakan informasi demografis serta peningkatan pendapatan dari iklan.

 

Kenapa Televisi Berbasis TI

Stasiun TV Tradisional saat ini mulai melihat kompetisi dari sektor lain seperti dari telekomunikasi. Iklan komersial adalah pendapatan utama dari stasiun TV, namun saat ini sudah ada pemirsa yang menggunakan video on demand dibanding transmisi penyiaran pada umumnya, hal ini dapat mengancam bisnis model lama stasiun TV. Ini mengubah lingkup media televisi sehingga para broadcaster harus melihat berbagai cara yang lebih efesien untuk memproduksi dan mendistribusikan program acaranya.

TI menawarkan :

• Platform pemrosesan yang sangat murah.

• Lingkungan Collaborative Storage (Berbagai pakai ruang penyimpanan)

• Jaringan IP untuk distribusi dan pengiriman.

Kedengarannya mudah, tapi menggunakan perangkat TI  untuk menangani keluaran audio/video dari suatu proses produksi masih merupakan teknologi yang baru saja dapat diimplementasikan. Untuk bersaing dengan perangkat konvensional, diperlukan sistem pemrosesan tingkat tinggi dan media penyimpanan yang murah.

 
Workstation dual-processor terbaru sangat bagus bagi SD video, tapi secara perhitungan, pemrosesan intensif seperti efek dan encoding tetap menggunakan perangkat tambahan untuk akselerasi, khususnya untuk HD.

 

Kemajuan Perangkat TI

Kinerja tinggi dari RAID Storage (teknologi penggabungan media storage/hardisk) saat ini dapat mencapai paling sedikit E2 per GB. Ini seperti 1 (satu) menit dari SD Video yang tidak dikompresi. Sepuluh storage ukuran terabyte yang digabungkan adalah hal umum di perusahaan TV saat ini. Kebutuhan lain adalah kecepatan yang tinggi untuk jaringan, saat ini Gigabit Ethernet sudah cukup memuaskan.

Produksi televisi memiliki proses yang linier. Content dilewatkan dari satu departemen ke bagian lain dalam suatu rantai proses. Operasional secara paralel hanya dibatasi oleh grafis dan desain sound. Track audio dapat dikerjakan secara terpisah dengan video dan kemudian disatukan kembali setelah dilakukan editing dan mixing.

Editing Nonlinier memberikan kemampuan kerja secara bersama-sama (colaborative working) dengan materi audio/video yang sama, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan dengan tape. Selain itu juga shared storage memungkinkan beberapa editor bekerja secara bersama-sama menangani satu set clip yang sama.


 Bebagipakai Media Penyimpanan (Shared storage)

Konsep shared storage saat ini adalah hal yang umum dalam lingkup editing, news dan playout multichannel, tapi shared storage tidak secara umum tersedia bagi seluruh operasional produksi.

Membangun jaringan video storage dengan kinerja tinggi masih menghadapi beberapa kendala dan tantangan. Jaringan editing umumnya mendukung sampai 50 mesin editing. Jaringan TV mungkin perlu sampai ratusan mesin editing. Dengan kondisi ini terjadi beberapa masalah seperti dibutuhkan sistem file khusus untuk memenuhi permintaan kinerja yang tinggi, koneksi harus dapat menangani bandwidth yang sangat besar.  

Sampai saat ini, jaringan video storage telah menggunakan koneksi tingkat tinggi seperti fiber channel (fibre optic). Jaringan konvensional Ethernet 10/100 Base T tidak memiliki kapasitas untuk layanan sinyal video. Itu berarti perubahan menggunakan GbE (Gigabit Ethernet) adalah hal yang harus dilakukan , tapi untuk berpindah dari SD ke HD harus ditingkatkan lagi kinerjanya.

Kompresi Kapasitas file Video (biasa kita sebut kompresi video) diharapkan menurunkan tingkat kebutuhan pada media penyimpanan dan kecepatan tranfer data pada jaringan. Sehingga teknologi kompresi yang tepat menjadi salah satu solusi TI untuk mencapai pemenuhan kebutuhan optimalisasi dari sistem produksi

Produksi HD meningkatkan kebutuhan media penyimpanan dan kinerja akses dan pemrosesan tingkat tinggi. Ukuran file yang sangat besar dan kecepatan tranfer data yang tinggi dari HD hampir saja meniadakan kemajuan dari kinerja sistem media penyimpanan yang dikembangkan dari teknologi disk dan jaringan. Namun penggunaan teknologi kompresi memungkinkan produksi HD ini.


Shared storage hanya diperlukan dimana editor/user perlu kerja secara bersama-sama. Disisi lain storage network akan melayani permintaan untuk melakukan transfer audio/video pada jaringan, sehingga perlu standard yang sama untuk memastikan interoperabilitas. Format yang sangat menjanjikan bagi broadcaster dalam tranfer file audio/video adalah AAF dan MXF.

 

Menyederhanakan Kebutuhan (Simplifying Demands)

File MXF tidak menyelesaikan persoalan file interchange pada jaringan TI. Dengan membungkusnya dapat menjadi beberapa operational pattern (OP) untuk codecs yang berbeda seperti pada MPEG, DV dan JPEG2000. Untuk mendukung sepenuhnya pergerakan file, dibutuhkan engine transcoding. Desain sistem harus memastikan bahwa rangkaian dari codec tidak membuat artifact yang tidak dapat diterima dalam workflow media utama broadcast.

Produksi berbasis IT menimbulkan pertanyaan : Format apa yang digunakan untuk Archive? Produksi berbasis tape dapat menyimpan tape kamera orisinil, ditambah master program yang telah selesai. Dalam rantai produksi tapeless, apa yang seharusnya di archive dan apa formatnya? Haruskan dikomperesi atau didekompresi, pakai long GOP atau dicode I-frame? Jawabannya terletak pada nilai dari investasi perangkat broadcast dan model media penyimpanannya.


Archiving (Pendokumentasian)

Disamping proses produksi yang membuat program sampai selesai, ada banyak manajemen service atau layanan lain seperti penjadwalan sumber daya, urutan/proses kerja dan perencanaan. Mengintegrasikan back-office biasanya membutuhkan banyak biaya. Layanan profesional yang mahal diperlukan untuk membangun integrasi aplikasi serta interface yang dapat dikostumisasi, seperti integrasi sistem management, finance atau aplikasi perencanaan.

Melakukan upgrade satu aplikasi sering membutuhkan kerja lebih banyak untuk memperbaiki proses operasional dari data interface. Biaya awal dan kesulitan support, sering menghalangi broadcaster untuk integrasi aplikasi manajemen.

 

Integrating the Back-Office

Keuntungan integrasi back-office dapat dilihat dibanyak perusahaan, selanjutnya dalam dunia TV bagaimana broadcaster menemukan cara untuk melakukan efesiensi dan penghematan? Satu teknologi telah menjadi solusi atas pertanyaan tersebut yaitu Service-Oriented Architecture (SOA) menggunakan layanan Web.

 

Web services

Ini dimulai dengan menggunakan area playout untuk interface antara automation dan back-office. Menggunakan arsitektur standar (seperti SOA), biaya pengembangan dari interface dapat ditekan serendah mungkin. Pengembang dapat berkonsentrasi pada data apa yang harus dipertukarkan tidak hanya bagaimana data dipertukarkan.

Web services bukanlah jawaban yang lengkap, tapi dapat menyederhanakan pengembangan integrasi interface yang terpisah antar aplikasi

Bagian Produksi secara tradisional menggunakan pengamanan fisik untuk melindungi media dari pencurian. Pada content sistem produksi berbasis TI, tidak hanya archive content yang terbuka dari serangan pencuri cyber, tapi juga informasi bisnis rahasia dapat terlihat dan tersebar di jaringan. Web Service menghadirkan masalah tersendiri yang dibawa oleh HTTP, hacker dapat melewati firewall dengan mudah.

Security

Ada banyak metode-metode yang sudah baku dalam  dalam membangun jaringan yang aman, tapi keamanan butuh biaya tambahan  dan harus menjadi faktor penentu untuk kearah Produksi berbasis TI agar dapat diimplementasikan.

Sistem Broadcasting berbasis TI menjanjikan peningkatan efesiensi dengan memudahkan kerja secara bersama dan peningkatan penggunaan manajemen informasi. Tantangannya adalah pada implementasi yang berhubungan dengan manusia dan kendala teknis. Kondisi  global dari dunia entertainment dengan berbagai macam variasi channel yang tersedia untuk disampaikan kepada audiens, permintaan layanan televisi dengan menggunakan berbagai media selain televisi, ada juga media web dan perangkat mobile.

Kesimpulan

Produksi TV berbasis IT memiliki banyak hal, mulai dari mengadopsi workflow berbasis file melalui back-office yang terintegrasi penuh. Kemudian sebagai produk TI biaya stasiun TV menjadi lebih murah dengan kinerja yang makin tinggi, ditambah lagi mudah dalam implementasinya sebagai suatu sistem, alasan untuk mengadopsi proses produksi berbasis TI  akan menjadi keharusan saat ini dan dimasa depan.


Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 28 October 2008 )
 
Berikutnya >
© 2019 valcombroadcast
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.